Perilaku Merokok Orangtua dengan Kejadian ISPA Pneumonia Pada Balita
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Misnadiarly, 2008. Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia. Jakarta, Pustaka Obor Populer
WHO, 2010. Childhood Pneumonia, Sumber:http://www.who.int/mediacentre/, diakses tanggal 14 November 2017
Kemenkes RI, 2014. Buletin Jendela data dan Informasi Kesehatan Situasi ISPA di Indonesia Sumber: http://www.depkes.go.id/ , diaksestanggal 14 November 2017
Kementrian Kesehatan, 2016. Profil
Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementian Kesehatan Republik Indonesia
Depkes RI 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Banjar Tahun 2014, Sumber: http://depkes.go.id/, diakses tanggal 25 November 2017
Laporan Dinkes Banjarbaru tahun 2017
Amin ZulfaKamalia, 2015. Faktor Resiko yang berhubungan dengan Kejadian Pneumonia berulang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep Kota Semarang Tahun 2014.
Yuwono, Tulus Aji, 2008, Faktor – factor Lingkungan Fisik Rumah Yang berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap, Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang.
Swarjana I Ketut , 2015. Buku Motodologi PenelitianKesehatan, Yogyakarta : Andi
Notoatmodjo’ Soekidjo, 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : RinekaCipta
Menurut Margono (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta
Kerlinger, 2016. Metodologi Penelitian, Sumber :http://metpen.blogspot.com/, diakses tanggal 2 Desember 2017
Muhammad Daroji, Yayi Suryo Prabandari Ira Paramastri. 2011. Peran Petugas Puskesmas dalam Promosi Kesehatan Berhenti Merokok padaPasiendanMasyarakat, Yogyakarta :Berita Kedokteran Masyarakat 2011, diaksestanggal 5 juni 2018
Mansjoer, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius
Kartasasmita,C.2010. Pneumonia Pembunuh Balita. Kemenkes RI : Buletin Jendela Epidemiologi Volume 3,Septemberr 2010 . ISSN 2087 – 1546 Pneumonia Balita
Suryo, YayiPrabandari, Nawi Ng dan Retna Siwi Padmawati. 2009. Kawasan tanpa Rokok sebagai Alternatif Pengendalian Tembakau Studi Efektivitas Penerapan Kebijakan Kampus Bebas Rokok Terhadap Perilaku dan Status Meroko Mahasiswa di Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 2009, diaksestanggal 5 juni 2018
Suryo, Yayi Prabandari. 2014. Pembelajaran Penyakit Terkait Perilaku Merokok Dan Edukasi untuk berhenti Merokok di Pendidikan Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia 2014, diakses tanggal 5 juni 2018