Pengaruh Formulasi Ekstrak Biji Ketumbar (Coriandrum Sativum) sebagai Repellent Nyamuk Aedes Sp
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Soedarto. Penyakit Menular Indonesia. Jakarta: CV Sagung Seto; 2009.
Permenkes RI No 374. 2010;(Pengendalian Vektor).
Sucipto CD. Vektor Penyakit Tropis (pertama). Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2011.
DInkes Kabupaten Sleman. Profil Kesehatan Sleman 2013. 2013;
Depkes RI. Rencana Strategi Departemen Kesehatan. Jakarta: Depkes RI; 2005.
Hatuti O. Demam Berdarah Dengue. Yogyakarta: Kanisius; 2008.
Anonim. Bahaya DEET Pada Insect-Reppelent. 2011;
Rusli M. S. Sukses Memproduksi Minyak Atsiri (pertama). Jakarta: PT. Agro Media Pustaka; 2010.
Agusta A. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Bandung: ITB Bandung; 2000.
Astawan M. Ketumbar. 2009;
Dinata. Mengenal Hama Pemakan Daun Kedelai: Ulat Grayak (Spodoptera litura). 2011;
Robinson T. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB Bandung; 1995.
Sudarmo S. Pestisida Untuk Tanaman. Yogyakarta: Kanisius; 1992.
Kardinan A. Potensi Selasih Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Litri Bogor 2007;
Kriswandari N. Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Bunga Kamboja (Plumeria Alba) Dalam Lotion Sebagai Repellent Terhadap Daya Tolak Nyamuk Aedes Sp. 2015;
Ikhsanudin A. Formulasi Vanishing Cream Minyak Atsiri Rimpang Jahe (Zingiber Officinale Roxb) Dan Uji Aktivitas Repelan Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Betina. 2012;