GAMBARAN KUALITAS KADAR CHLORINE, SUHU, DAN pH TERHADAP FAKTOR LAMA BERENANG SERTA PENGGUNAN KACAMATA RENANG PADA KELUHAN IRITASI MATA PERENANG DI KOLAM RENANG HALIM PERDANA KUSUMA TAHUN 2020
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Alaerts, G. 1987. Metoda Penelitian Air. Usaha Nasional. Surabaya.
Burhanudin, I. 2015. Analisis Klorin Terhadap Keluhan Iritasi Mata Pada Pengguna Kolam Renang Pemerintah Di Jakarta Selatan Tahun 2015. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Chandra, B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC. Jakarta.
Effendi, H. 2007. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Dan Lingkungan Peraira. Kanisius. Yogyakarta.
Georgia Optometric Association. 2013. Pool Chemicals May Cause ‘Chemical Conjunctivitis and Keratitis. Diakses 2 februari 2020, (http://www.goaeyes.com).
Hasan, A. 2006. Dampak Penggunaan Klorin. Jurnal Tek. Ling P3TL- BPPT 7(1): 90-96
Joko, T. 2010. Unit Produksi Dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Menteri Kesehatan RI. 1990. Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 Tahun 1990 Tentang Syarat - Syarat Dan Pengawasan Kualitas Air. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Menteri Kesehatan RI. 1991. Peraturan Menteri Kesehatan No. 061 Tahun 1991 Tentang Persyaratan Kesehatan Kolam Renang Dan Pemandian Umum. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Mukono, H.J. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Airlangga University Press. Surabaya.
Rahmawati, N. 2018. Keluhan Iritasi Mata Perenang di Kolam Renang. Higeia 2(3): 465-475
Soemirat, J. 2000. Epidemiologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.
Soemirat, J. 2011. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tresna SA. 2009. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta.
Vaughan, Asbury. 2009 Oftalmologi Umum (Vaughan & Asbury’s general ophtalmology) edisi 17. Terjemahan oleh Brahm U. Pendit, EGC. Jakarta.
WHO. 2006. Guidelines For Safe Recreational Water Environment Volume 2 Swimming Pools And Similar Environments. WHO Press. Switzerland.