Penurunan Kadar BOD, COD dan TSS pada Limbah Tahu Menggunakan Effective Microorganism-4 (EM4) Secara Aerob
Isi Artikel Utama
Abstrak
Keywords: Waste of tahu; levels of BOD; COD;TSS; EM4; retention time.
Rincian Artikel
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Laurendy, Y., Hairullah, & Jayanti, S. (2010). Rancang Bangun Alat Pengolahan Biogas Limbah Cair Industri Tahu Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Banjarbaru: UNLAM.
Jasmiyati, Anita, S., & Thamrin. (2010). Bioremediasi Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Efektif Mikroorganisme (EM4). Ilmu Lingkungan Journal of Enviromental Science .
Sugiharto. (1994). Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Hidayat, A. A. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pengolahan Kedelai.
Said, & Wahjono. (1999). Teknologi Pengolahan Air Limbah Tahu-Tempe dengan Proses Biofilter Anaerob dan Aerob. Jakarta: BPPT.
Pohan, N. (2008). Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Dengan Proses Biofilter Aerobik. Tesis Program Studi Teknik Kimia USU .
Ginting, P. (2007). Sistem Pengeloaan Lingkungan dan Limbah Industri . Bandung: Yrama Widya .
Isa, M. (2008). Pengaruh Pemberian Dosis EM4, Cacing Lumbricus Rubellus da Campuran Keduanya Terhadap Lama Waktu Pengomposan Sampah RUmah Tangga . Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Avlenda, E. (2009). Penggunaan Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatic) Forsk.) Dan Genjer (Limnocharis flava (L.) Buch.) Dalam Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit.Bandung: Tesis Pascasarjana Biologi Institut Teknologi Bandung.