Efektifitas Larvasida Nabati dalam Membunuh Larva Aedes Spp
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rincian Artikel
Penulis yang mempublikasikan artikel di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan kepada jurnal hak untuk melakukan publikasi pertama.
- Karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan (menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengembangkan, dan membuat karya turunan) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang tepat diberikan kepada penulis asli dan sumber, tautan ke lisensi disertakan, serta setiap perubahan yang dilakukan harus dinyatakan.
Setiap adaptasi, modifikasi, atau karya turunan wajib didistribusikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0), dan tidak diperkenankan menambahkan pembatasan tambahan yang dapat mengurangi hak-hak yang diberikan oleh lisensi ini. - Penulis diperkenankan untuk membuat perjanjian tambahan secara terpisah terkait distribusi non-eksklusif atas versi karya yang telah dipublikasikan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau memasukkannya ke dalam buku), dengan tetap mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan di jurnal ini.
Referensi
Pinem, S. E. (2015). Efektiitas ekstrak daun jambu bii (Psidium guajava L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes spp. pada ovitrap. Skripsi, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM USU, http://download.portalgaruda.org. Diakses pada tanggal 29 Desember 2016.
Sallata, M. H. (2014). Hubungan karakteristik lngkungan fisik dan kimia dengan keberadaan larva Aedes aegepty di wilayah endemis DBD. Skripsi, Universitas Hasanudin http://repository.unhas.ac.id. Diakses pada tanggal 7 Desember 2016.
Nugroho, A. D. (2011). Kematian Larva Aedes aegepty setelah pemberian abate dibandingkan dengan pemberian serbuk serai. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 91-96. http://journal.unnes.ac.id/index.php/kemas. Diakses pada tanggal 11 Januari 2017.
Sulistyoningsih, Dwi dkk. (2009). Efektivitas larutan bawan putih dalam membunuh larva Aedes aegepty. Jurnal Kesehatan Volume 2 No 2 Desember 2009, Universitas Muhammadiyah Semarang. http://Jurnal.unimus. Diakses pada tanggal 6 Januari 2017.
Utomo, M. (2010). Daya bunuh bahan nabati serbuk biji pepaya terhadap kematian larva Aedes aegypti. Laboratorium B2P2VRP Salatiga. Prosiding seminar nasional: Universitas Muhammadiyah Semarang. http://jurnal.unimis.ac.id. Diakses pada tanggal 29 Januari 2016.
Fahmi, M. (2006). Perbandingan efektivitas abate dengan ekstrak daun sirih. Artikel Ilmiah: Universitas Diponegoro Semarang. http://eprints.undip.ac.id. Diakses pada tanggal 26 Desember 2016.
Sucipto, M. P. (2015). Influence of garlic (Allium sativum L.) extract as the larvacide of larva Aedes aegepty. J Majority Volume 4 No. 2: Universitas Lampung. http://juke.kedokteran.unila.ac.id. Diakses pada tanggal 1 Januari 2017.
Hanani, S. J. (2014). Uji efektifitas larutan bawang putih sebagai insektisida nabati untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegepty. Skripsi: Universitas Negeri Gorontalo. http://kim.ung.ac.id. Diakses pada tanggal 1 Januari 2017
Wahyuni, D. (2016). Toksisitas ekstrak tanaman sebagai bahan dasar biopeptisida baru pembasmi larva nyamuk Aedes aegypti (Ekstrak daun sirih, ekstrak biji pepaya dan ekstak biji srikaya) berdasarkan hasil penelitian. Malang: Media Nusantara Creative.